Sebuah Cerpen Tentang : SECRET ADMIRER

sad
SECRET ADMIRER

Nessa tercenung menatap layar ponselnya, tak jarang ia tersenyum-senyum sendiri sembari tak henti-henti jempolnya menekan tuts-tuts tombol keypad ponsel kesayangannya. Kesibukan dan kepenatan akan dunia nyata sejenak terlupakan dengan mengobrol, bercanda ria dengan teman-teman dunia maya.


Tanpa di sadari, si bos gendut pemilik tempat dimana nessa bekerja mengamati dari jauh. Perlahan si bos mendekat tepat di belakangnya, dengan tangan di pinggang si bos membentak nessa yang sedang asyik chatting di dunianya sendiri. “Nessa…!!! Kamu ini niat mau kerja atau main di sini.!!! Sebagai hukuman, bersihkan WC sekarang juga.!!”. Nessa langsung tersentak dan terkejut dirinya tertangkap basah sedang chatting di jam-jam sibuk bekerja oleh bos-nya. Dengan wajah tertunduk bersalah, nessa hanya bisa pasrah dan berkata dengan suara lirih “siap bos…”.

Sementara itu di tempat lain…
Ardi tampak kecewa, private message miliknya belum juga dapat balasan. Berkali-kali dirinya mengirim pesan namun belum juga nampak ada tanda-tanda respon dari seberang. Kemanakah teman chat-nya.? Apa dia sedang sibuk.? Atau sedang apa.? Tak ingin berburuk sangka ardi tetap ber-positive thinking namun tetap sabar menanti.

5 menit…
.
.
.
10 menit…
.
.
.
15 menit…
.
.
.

“Ah… Sudahlah, mungkin dia sedang sibuk. Lain kali saja di lanjutkan” gumam ardi sambil menutup aplikasi chatting miliknya. Dan seharian itu mereka tenggelam dalam kesibukannya masing-masing.

Nessa dan ardi adalah dua sahabat yang di pertemukan lewat sebuah kecanggihan teknologi internet bernama chatting. Tiada hari tanpa chatting membuat mereka lupa akan waktu dan keadaan yang membelenggu mereka.

Gak cukup dengan hanya chatting, pertemanan mereka berlanjut di halaman sebuah social network. Ardi dan nessa tak sendiri, di satukan oleh hubungan pertemanan dengan teman-teman chat yang lain oleh sebuah media social network membuat mereka makin dekat dari hati ke hati.

Hingga pada suatu hari nessa menelepon ardi. “Hallo tuyuuuul… Heh lagi ngapain loe.?” nessa menyapa ardi dengan panggilan khasnya “tuyul”. Ardi hanya tersenyum renyah dan membalas salam khas sahabat dekatnya “hallo juga tukuuul, lagi nonton tv aja. Tumben nelpon.? Tapi gak apa-apa, kangen juga denger suara jelek mu tukul. Mhuahahahahaha #ketawa setan”

“dasar tuyuul, bilang aja kamu kangen juga kan ama orangnya, wkwkwkwkwkwk #ketawa bebek” balas nessa. Obrolan pun berlanjut dan mereka tertawa lepas selama di telepon. Tiba-tiba nessa merubah arah pembicaraan “eh ar, masih inget dengan si lee.? Temen chat kita dulu”. Sejenak ardi terdiam dan berusaha mengingat sesuatu “oh si lee.? Iya inget… Inget… Yang anaknya suka makan roti unyil itu kan.?? Hahaha… Kenapa emangnya.?”. Nessa tersenyum “ah dasar kamu, iya si lee akhir-akhir ini sering nelpon aku. Ehmmm tau gak, sepertinya dia lagi PDKT deh”. Sejenak ardi terdiam, cukup kaget juga dia mendengar berita ini “PDKT sama siapa.? Sama kamu ya.?”. Nessa tersenyum-senyum kecil di ujung telpon “hehehe iya…, kenapa.? Cemburu ya.? Tenang beibz, aku gak akan menduakan mu kok. Hihihihi” canda nessa.

Ardi hanya tersenyum getir, sejurus kemudian di paksakannya senyumnya untuk nessa “kalau begitu siap-siap aja buat di tembak ama lee dunk, hehehe”. Iya semenjak mereka berkenalan ardi dan nessa begitu dekat. Nessa sudah menganggap ardi lebih dari sekedar sahabat. Semua masalah dan keseharian dia di ceritakan semua pada ardi. Seperti biasa ardi hanya mendengarkan dan menghibur nessa saat di landa masalah dengan lelucon-lelucon anehnya. Begitu pula saat ini, nessa banyak bercerita tentang kedekatannya dengan teman chat mereka dulu, lee. Setelah obrolan mereka berakhir beberapa menit yang lalu ardi, hanya duduk terpaku memikirkan obrolan mereka barusan. “si lee PDKT ama nessa…? Kenapa gue ngerasa ada yang aneh.? Ada apa dengan gue.? Gue ngerasa kehilangan sesuatu… Apa itu gue gak tau… Gue gak yakin”.

Beberapa hari kemudian ponsel ardi berdering. Sebuah foto mungil berhias gadis manis berkedip di layar ponsel bagian depan dengan sebuah nama Nessa (tukul) memanggil. “Ahhh nessa menelpon rupanya” Ardi mengangkat dan terdengar teriakan riang nessa di ujung telpon “Hai ar, eh kamu tau gak.? Barusan gue dan lee jadian, dia udah nembak gue barusan. Ahhh… Akhirnya gue gak jomblo lagi… Hehehe”. Ardi hanya terdiam sebentar, berusaha menenangkan hatinya yang kini terasa perih. Beberapa menit kemudian ardi berbicara dengan penuh semangat dan dan memancing nessa dengan pertanyaan-pertanyaan antusias-nya. Seperti cewek kebanyakan, nessa semakin berapi-api menceritakan kronologis kisah cintanya kali ini. Sedang di ujung telpon yang lain ardi hanya mendengarkan sekaligus mengigit kecil bibirnya. Ada yang sedikit luka yang tergores dalam lubuk hatinya.

Beberapa bulan kemudian di satu dinginnya malam. . .
Nessa menelpon lagi, namun kali ini dengan suara sedih dan terisak-isak. Ardi yang sedang pulas tertidur terbangun dan bingung kenapa nessa menangis. “Kenapa nessa.? Kenapa nangis.? Kamu kenapa.?”. Sambil terisak nessa curhat tentang hubungannya dengan lee. Lagi-lagi ardi hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan menasehati nessa yang galau dengan cintanya. Dan pada akhirnya nessa bisa tertawa lagi dan merasa tenang telah mencurahkan segala keluhnya pada ardi.

Ardi menyadari hanya ini yang bisa dia lakukan untuk nessa sahabatnya. Hanya sebagai “tempat sampah” yang selalu terbuka untuk membuang segala kesal dan amarah nessa terhadap seseorang. Ardi tak peduli dengan telinga dan hatinya yang perih teriris setiap mendengar curhatan nessa tentang pria lain. Baginya nessa adalah segalanya tak peduli apa pun itu dan ardi tak pernah berharap nessa tau apa yang kini tengah di rasakannya.

Ardi sadar ia dan nessa awalnya hanya berteman. Hubungan yang selama ini terjalin semua berawal dari teman dan ardi tak berharap lebih. Tapi apa daya, hati gak bisa bohong pada saat ada yang lain mencoba menyempil di antara hubungan pertemanan mereka. Ada rasa tak rela dan takut kehilangan. Ada apa ini.? Ardi tak tau. Ia takut menterjemahkan bahwa ini adalah cinta.

Tak ingin hubungannya dengan nessa merenggang ardi mencoba tuk mengalah dan coba mengikhlaskan nessa. Toh saat ini ardi telah memiliki cinta yang lain dan nyata di depannya. Tak perlu mengharap cinta yang terpisah oleh jarak dan waktu seperti nessa.

Waktu terus berlalu, nessa masih sering menelepon ardi untuk sekedar ngobrol berbagai hal tentang uniknya dunia ini hingga ke masalah-masalah kecil yang di alami nessa. Hingga tibalah saat itu, masalah-masalah kecil antara nessa dan lee semakin memuncak dan berujung pada putusnya hubungan diantara mereka. Seperti biasa, ardi jadi tempat pelarian nessa tuk mencurahkan isi hatinya.

Ardi hanya diam mendengarkan curhatan nessa berusaha memahami dan memberikan jalan keluar untuknya. Tak usah sedih, badai pasti berlalu dan hadapi dunia ini dengan tegar dan penuh kekuatan. “kamu bisa nessa, aku percaya kamu”.

Dan kemudian hari-hari nessa berikutnya kembali seperti biasa tanpa ada hambatan walaupun terkadang ada rasa sepi menghinggap di hatinya. Untuk menghilangkan rasa kesepian dalam dirinya nessa menyibukkan dirinya tenggelam dalam sebuah situs jejaring sosial miliknya. Hingga nessa merasa menemukan seorang pria yang ia pikir cocok untuk menemani hatinya di situs jejaring sosial tsb. Prasetya demikian nama lelaki itu yang tentu saja nessa tak lupa menceritakan semua tentangnya pada ardi yang lagi-lagi merasa ada yang “asing” saat mendengarkan nama lelaki itu di sebut nessa dengan irama suara yang terdengar sumringah.

“Ahhh… kenapa mesti seperti ini lagi…?” gumam ardi lirih. . .
Ya ardi kembali merasakan sesuatu telah terjadi dalam hatinya, sebuah pergolakan antara rasa benci dan cemburu jadi satu dalam batinnya. Sementara nessa bercuap-cuap ria, pikiran ardi melambung memikirkan perasaannya. Apa yang harus dia lakukan.? “apa aku harus jujur padanya.? Apa lebih baik aku diam dan memendam perasaan ini sendirian.? Apa aku. . .” “ar… ardi…!! kamu masih di situ.? Kamu denger gak sih apa yang aku bilang tadi.??” Seru nessa yang merasa tak ada respon dari ardi disana. “eh… eh… maaf, aku lagi melamun tadi. Eh gimana.? Dia mau ngajak ketemuan ya.?” Jawab ardi kaget. “hehehe, lagi ngelamunin apa tuh.? Pasti ngelamunin aku kan.? Iya kan.? Udah ngaku aja, hahahahahaha” canda nessa. “mmmm… iya, minggu depan dia mau ngajak ketemuan. Secara selama ini kita cuma tau sama tau lewat FB dan telponan aja”. Lanjutnya. “iya aku tadi ngelamunin kamu, sendainya aja kamu tau…” gumam ardi dalam hati, perih. “oh ya.? Kalau begitu nanti waktu ketemuan dandan yang manis ya supaya dia terkesan” lanjutnya memberi semangat. “pastinya dunk, kira-kira dia seperti apa ya.? Mudah-mudahan lebih cakep dari foto FB-nya” jawab nessa dan percakapan selanjutnya kembali cuma bisa membuat ardi terdiam.

Untuk masa berikutnya ardi hanya jadi penonton melihat hubungan mereka dan berusaha menjadi komentator yang baik. “meski aku tak bisa memilikimu, paling enggak aku akan selalu ada buat kamu”.

Suatu siang di sebuah warnet. . .
Tampak ardi sedang menggeser-geser scoll mouse-nya untuk sekedar browsing dan membuka akun FB-nya. Iseng-iseng dia meng-klik nama akun nessa di sana. “Ah… beberapa hari yang lalu nessa meng-upload foto baru. Intip bentar ah” gumam ardi. Dan jreeeng.!! Foto nessa dan prasetya sedang jalan-jalan mesra di pantai membuatnya kaget. Tampak nessa dan prasetya berpose bersama dalam halusnya pasir pantai wisata. Tangan mereka yang saling menggenggam menyiratkan bahwa saat ini mereka sedang tenggelam oleh sebuah rasa indah yang di sebut dengan cinta. Ardi menatap lekat-lekat bola mata pada foto gadis itu. Ada sinar kebahagiaan yang terpancar dalam bola mata itu. “semoga kalian berdua bahagia…” kata ardi sambil menutup akun FB-nya.

Hari-hari berlalu tanpa ada kabar dari nessa. Ardi sudah tak peduli tentang mereka berdua. Lebih baik jalani semua ini dengan optimis dan menatap cerah kedepan dan semua akan baik-baik saja.

Suatu sore. . .
Tulalit. . . Tulalit. . . Tulalit. . . Kriiik kriiik. . . Nessa menelepon. “ah. . . Nessa lagi, kangen juga dengar suaranya. Ada apa ya dia menelepon ku.??” gumam ardi. “hallo assalamu’alaikum, dengan kantor polisi ada yang bisa di bantu.?” canda ardi saat mengangkat panggilan dari nessa. “uuuhhh… Wa’alaikumsalam” sungut nessa kesal. “kamu kemana sih.? Gak ada kabar, main ngilang gitu aja.! Emangnya kamu gak kangen apa ama aku, hihihihi”. Sejenak ardi cuma tersenyum mendengar celotehan dari nessa di ujung telepon. “kangen sih, tapi kamunya terlalu sibuk ama cowok mu yang sekarangkan.? Malah akunya di lupain” jawab ardi balik ngeles. “hehehe, kamu cemburu ya.? Tenang kok, kamu akan tetep slalu ada di hati ku” jawab nessa dengan candaan khasnya.

“terus tumben nih nelpon.? Ummm… Pasti mau curhat lagi ya.?” tebak ardi. “iya nih, tau aja. Bapak kamu dukun ya” kata nessa. “kok tau.??” jawab ardi. “karna kau telah memelet hati ku” jawab nezz asal-asalan. “udah buruan curhatnya, aku mau pergi ntar” jawab ardi. “mau pergi kemana emang” tanya nessa. “mau pergi kerumah mu, bilang ama ibu mu untuk melamarmu, udah puas belum.??”. Nessa cuma tertawa mendengar candaan mereka. Pembicaraan terus berlanjut dan berujung pada curhatan nessa pada ardi tentang cowoknya.

Malam itu tampak ardi sedang bersiap akan keluar ketika lagi-lagi nessa meneleponnya kembali. “aduh… Angkat gak ya.? Padahal aku mau berangkat kerja.? Mmm… Angkat aja deh” gumam ardi. “ya hallo, assalamu’alaikum… Ada apa sa.?” jawab ardi. “di… Kamu sibuk gak.?? Mau curhat… Penting banget…” jawab nessa terisak-isak. “nessa kenapa.? Aku mau berangkat kerja nih” kata ardi. “kalau gitu pakai headset aja, kita ngobrol sambil kamu di jalan, jangan di ya tutup telponnya” paksa nessa. “duuh nih anak keras kepala banget” gumam ardi. “iya deh, iya… Ku ambil headset dulu ya, ku dengerin sambil naik motor”. Dan begitulah… Nessa curhat pada ardi di sepanjang jalan itu. Ardi harus berpikir keras dan membagi pikirannya antara mendengarkan suara nessa dan tetap konsentrasi mengendarai motornya di sepanjang jalan.

Ardi sempat terkejut juga mendengar inti curhatan dari nessa yang ternyata nessa telah tertipu dengan status dari cowok yang saat ini telah menjadi kekasihnya. “ah… Nessa kenapa harus seperti ini… Gak ada jalan lain. Kamu harus putuskan dia. Inget.! Dia milik orang lain, jangan sampai kamu di cap buruk gara-gara masalah ini” nasehat ardi. “tapi aku udah terlanjur sayang ama dia” jawab nessa. “tetap tidak. apapun alasannya itu.! kamu percaya ama hukum karma kan.? Kamu gak mau kan kalau suatu saat nanti kamu akan mengalami kejadian yang sama seperti ini” tegas ardi.

Yah kira-kira seperti itu inti dari pembicaraan mereka. Ardi terus menasehati nessa agar melupakan kekasihnya itu. Dan mulai saat itu ardi berusaha memberi perhatian lebih untuk nessa, dari mulai mengajaknya bercanda, ngobrol, mengingatkannya untuk sholat dan lain sebagainya.

Tapi…
Sepertinya hal itu tak terlalu berlangsung lama. Saat nessa sedang asyik bercanda ria di telepon, salah satu ponsel nessa berdering. “wah si rea nelpon, bentar ya di…”. Sejenak ardi “merelakan” kepergian nessa menerima telepon dari seseorang yang nessa sebut barusan. Sejenak kemudian. . . “di… Kayaknya telponnya bakal lama deh, kita udahan dulu ya, kapan-kapan di sambung lagi” kata nessa. “yaaa… Ya udah deh gak apa-apa. Lain kali di sambung lagi” ujar ardi sedikit kecewa.

Siang itu ardi sedang berbaring di kamar sambil membaca novel di tangannya saat nessa menelponnya kembali. Bisa di tebak Ardi dan Nessa terlibat dalam perbincangan mereka yang sangat seru hingga salah satu ponsel nessa kembali berdering. Untuk sejenak nessa tak memeperdulikannya. Tapi ardi curiga dan bertanya “nah lho, HP mu yang satu bunyi tuh. Kenapa gak di angkat.??”. “Iya si rea nelpon lagi, tapi biar aja” jawab nessa. “emangnya si rea sering nelpon ya.? Ada apa.?” selidik ardi ingin tau. “iya, belakangan ini aku emang lagi deket dengan si rea, dia ~ . . . . blaa, blaa, blaa” jelas nessa dan selanjutnya hanya membuat ardi males mendengarnya.

Tak sengaja ardi melirik sebuah kalimat pendek yang ada di belakang buku novel yang kini sedang di pegangnya “Kita Tahu Kita Jatuh Cinta saat kita cemburu melihat dia deket dgn orang lain walaupun dia bukan milik kita…”. “gue benci dengan yang namanya cemburu.!!!” kata ardi sambil melemparkan novel itu di lantai. “Gue benci kenapa gue harus mengalami rasa seperti ini beberapa kali.!! Kenapa gue kayak gini… Kenapa…???”

Tuk selanjutnya ardi meminta nessa untuk mengangkat telpon dari rea dan tak usah memperdulikannya. Sejenak nessa ragu, tapi sekali lagi ardi berhasil meyakinkan nessa dan menerima telepon dari rea. Selanjutnya bisa di tebak, ujung-ujungnya nessa akhirnya jadian dengan rea. Namun kali ini ardi begitu tampak kecewa. Pasalnya selama ini ardi selalu mengingatkan nessa untuk selalu rajin sholat dan untuk tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang muslimah yang baik. Tapi sekarang… Nessa malah jadian dengan rea yang keyakinannya berbeda dengan nessa. Seolah-olah usaha yang dilakukan ardi selama ini sia-sia. “percuma saja…” lirihnya. Tapi nessa sepertinya tak peduli meski sudah di nasehati ardi. Cinta telah mengalahkan logika. Meski ardi sempat kecewa namun ia tak tega meninggalkan nessa sendiri.

Setahun setelah itu…
Intensitas hubungan ardi dan nessa sudah mulai jarang, mungkin saja masing-masing telah di sibukkan dengan urusan dan cinta masing-masing. Hingga pada suatu malam sebuah sms masuk membuyarkan lamunan ardi. Sebuah sms dari nessa yang sepertinya membutuhkan ardi saat ini di sisinya. Ardi tak peduli, nessa hanya membutuhkan ardi di saat ia perlu saja. Tapi sebuah sms lagi dari nessa membuat ardi berubah pikiran.

Dengan di temani adiknya, ardi berangkat menuju sebuah warnet yang tak jauh dari kompleksnya. Tak lama ardi mengaktifkan salah satu fitur chat yang ada dalam PC warnet tersebut untuk berhubungan dengan nessa melalui sebuah pesan instant.

Hati ardi sedikit tergetar saat nessa bilang “kangen” padanya. Ardi berusaha menebak-nebak apa maunya gadis itu. Nessa selalu berbicara dengan kalimat yang ter-eksplisit penuh makna di dalamnya tanpa kejelasan apa maksudnya. Sebagai seorang cowok, ardi merasa penasaran sebenarnya apa yang ingin di katakan nessa. Ardi sangat gundah dengan perasaannya saat ini. “Mungkin ini waktunya buat aku jujur sama nessa, apapun yang terjadi aku akan terima resikonya” tekad ardi meski takut ia akan kehilangan nessa bila seandainya akhirnya nessa mengetahui perasaannya selama ini.

Ardi mulai mengetik :

ardi : oke aku akan jujur

ardi : asal tau aja selama ini aku memendam sebuah perasaan “spesial” sama kamu

nessa : ???

Nessa : sejak kapan.?

Nessa : kok bisa.?

Ardi : gak tau sejak kapan

ardi : tapi yang pasti sejak pertama kali kita temenan

nessa : apa.?? Kenapa tidak bilang dari dulu

ardi : aku takut…

Ardi : takut aja itu akan mempengaruhi persahabatan kita…

Ardi : takut aja kehilangan kamu…

Nessa : ………

Ardi : iya… Aku udah lama pendam perasaan ini sejak kamu pacaran sama lee, prasetya, bahkan sampai sekarang kamu jadian ama rea…

Ardi : tapi aku paling kecewa saat tau kamu jadian ama rea… Percuma aja aku selalu ingetin kamu untuk sholat kalau ujung-ujungnya kamu begini

nessa : maaf di… Kamu baik sekali… Aku yang salah…

Nessa : aku gak nyangka aja kalau kamu punya perasaan spesial ama aku…

Ardi : kamu gak ngerasa ya.?

Nessa : enggak, aku bener-bener kaget aja

ardi : iya, aku juga salah gak bilang dari dulu…

Ardi : tapi… Aq saat itu juga udah jadian ama cewek ku…

ardi : aku gak mungkin nge-duain dia, maaf kalo aku bilang kayak gini.

ardi : aku cuma ingin kamu tau perasaan ku aja

nessa : iya aku tau ar… Aku udah tau kamu sejak lama, kamu orangnya jujur…

Ardi : makasih… Sorry kalau mungkin omongan ku ini sedikit mengganggu kamu

ardi : makasih untuk waktunya, udah malam… Aku mau pulang.

Ardi : akhir kata aku cuma mau bilang sesuatu yang selama ini belum aku ucapkan sama kamu.

Ardi : LOVE U….

Ardi : gak usah di pikirin, aku pulang sekarang. Assalamu’alaikummm…

Nessa : haaaaa.???

Nessa : …..

Nessa : Wa’alaikumsalam…

Dalam perjalanan pulang ardi merasa lega telah mengungkapkan semuanya pada nessa. Ia tak peduli jika nessa menganggapnya apa nanti, yang penting ia sudah jujur. Ardi tak mengharapkan balasan cinta dari nessa karena memang tak mungkin. Nessa udah punya seseorang di sana. Begitu pun juga dengan ardi saat ini. Ia punya tanggung jawab terhadap hati dan perasaan ceweknya di sini. Ardi tak ingin mengecewakannya.

Tapi entahlah. . .
Sejak pengakuan itu ardi dan nessa jadi makin dekat. Meski hanya berteman biasa, ardi dan nessa menganggap ini lebih dari sekedar hubungan teman biasa. Mereka percaya, jika memang jodoh suatu saat nanti mereka akan di pertemukan dalam suatu ikatan sehidup semati yang di sebut pernikahan. Kapan.? Hanya Allah yang tau. . .

http://forumstudimahasiswa.files.wordpress.com/2010/01/mawar.jpg
ROSE FLOWER

Iklan

85 thoughts on “Sebuah Cerpen Tentang : SECRET ADMIRER

  1. Pertamaxx. .

    Hiks. .Hiks. .
    Mengharukan ceritanya. .
    Btw,ini crita nyata ya?
    Lau gk slh g prnh bca kisah yg hmpir sama di blog Dyka. .

    Tapi sama atau tidak yang penting ni cerita bagus banget,bgtu menyentuh hati. .

  2. @Mas Ilham…….Siipppp!!!!!!!!!!!
    Makasih banget udah merelakan waktu dan batre hpnya buat baca catatan nez,hehehhehe….
    Kalau boleh tahu,tadi menghabiskan waktu berapa lama buat baca cerpen ini mas…???xixixiix…

    @Yisha……..Makasih yah….
    Hemmmmm….Emang sangat2 keren… 😀

    @MAs Erit…….Silahkan massss!!!
    😀

  3. ternyata lumayan keren , tapi biasanya kalau mulai dari pertemanan, trus cinta, biasanya persahabatan jadi agak renggang, nggak selengket waktu belum nyatain cinta 😦 , nice post , lain kali di buat part saja, ya , biar bikin deg-degan 😛

  4. @Mas Arman…………..Thanks A Lot mas….
    Tapi Si Nessa jahat banget ga menurut mas…???Hemmmm……..(Masih tanya2)

    Tapi sebenernya semua tergantung kedua sahabat tersebut mas,kalau memang mereka saling ikhlas,gak ada satu apapun yang bisa merusak persahabatan mereka. (^,~)
    Wahhh…..Pengen Deg2an yah mas…???xixixixii… :-p

  5. wahhhh ini niiiiiiiiiiiiii,,, nggak ni cuman menurut pengalam saya saja 😀
    ane dah nungguin di gang sebelah , nih capek bgt 😦

    • Iya sich..Nez juga sering nonton Film2 pendek gt,akhir ceritanya sih emang selalu gt,jarang ada yang bisa langgeng persahabatan mereka,hemnmmmmm….
      Tapi Nez berdoa semoga persahabatan nessa dan ardi Langgeng selalu… 😀
      Lah…Gang yang sebelah mana…??(Pura2 lupa)

    • Owww…Cuma 1,5 jam aja toh…???
      Nez aja ampe lebih dari 10jam,wkwkkwk….wkwkkw….(Soalnya sambil di-EJA)
      Iya tar dibikin,tapi mas juga dapet jatah untuk buat 1 episodenya yah….hehehheehe…. 😀

  6. i think, im on the same circumates as ardi right now
    something beautifull that i never can put its on words
    what shall i do?? … any sugestion nezz 😀

    Kita Tahu Kita Jatuh Cinta saat kita cemburu melihat dia deket dgn orang lain walaupun dia bukan milik kita…”

    sorry for my bad english.

    • Waahhhh….Ternyata Cinta bisa menyerang siapa aja yah…??
      Udah kaya virus-nya SLANK,wkwkwkkw… :-p
      Kalo menurut Nez sich Semua tergantung pada keadaan dan keikhlasan hati masing2 aja,hemmm….
      Cemburu itu bunganya cinta,tapi kalo cinta itu sendiri gak bisa termiliki,apa namanya yah…..??? 😀

      Sama2 bad kok,kita kan buka bule…xixixiixix… :-p

    • Selamat datang wahai malaikat pencabut nyawa(wkwkwkwk….wkwkkw…)
      Huusss…!!!!jangan ngomong2 soal nyata atau gak,soalnya cerita ini antara nyata dan tak nyata,hehheheh…Jadi Selamat membaca aja yah…. 😀

  7. Haaah.?? Enk aja pncabut nyawa.?? Q ini mlaikat pncabut cinta neeng. 🙂
    Aq aja udh baca brkali2, bhkan udh hmpir hafal d luar kpala (alias lupa) hihihihi
    Klo d filmkn layak jd BOX OFFICE 😀

    • JIahhh….Cinta Siapa tuh yang dicabut2…???wkwkwkwk….. :-p
      Masa udah baca berkali2 masa lupa ingatan…??Piye tohhhh….??
      Layak banget,Apalagi kalo si pemeran cowoknya kamu pake KOTEKA… :-p

  8. Cintax siapa yah.??? Mmmm…. Eennng….. #mikir ampe botak.
    What.?? Gue.?? Nanti pemeran cewekx malah tergila2 gmna lht kotekax.?? Ckckckck

  9. Wow ceritanya bagus banget mbak. Aku aja sampai berkaca-kaca matanya waktu ngebaca kisahnya. Jangan2 kisah nyata ya mbak.? Salut dah… Slm kenal ya mbak.

    • Makasih say……
      Nez aja sedih kalau inget sama cerpen ini(Lohh)
      Kisah nyata bukan yah??Tar dech Nez pikir2 dulu…..(Mikir sampe cape)

      Salam kenal juga Lia…. 😀

  10. Engga’, maksud ku kenapa mbak deasy nya yang sedih. Kan mbak yang nulis ceritanya.
    Mmmmm… Jujur aja cerita ini mengingatkan lia sama seseorang. Tapi lia cuma bisa memendam aja (coz lia kan cewek). Tapi… Seseorang tsb udah meninggal dalam sebuah kecelakaan. 😥 😦
    Ahhh… Jadi nangis lagi 😦 😥

    • Hemmmmm…..Ceritanya panjang tentang cerpen ini….!!
      Bahkan mungkin bisa bikin nangis bertahun2 kalau emang si pembaca memposisikan diri jadi pemeran utama ceritanya.

      Cintaaa……Cinta itu kan wajar..
      knp kamu harus mikir kamu cewek,jadi gak bisa memulai…….??
      Waduhh…..udah meninggal,yang sabar yah….. 😉
      Sekarang gmn udah dapet belahan hati yang baru kan liiii…??
      (Maaf kalo Nez tanya gini)

  11. Lia terlalu malu mbak untuk bilang ke dia. Dulu Lia cuma bisa mandang dia dari jauh aja meski kita teman sekelas. Emang sih lia udah dapet pengganti dia, tapi… Rasa kagum ku ama dia beda dengan pacar lia yang sekarang. Meski kita cuma teman tapi ada 1 waktu yang gak bisa lia lupain ama dia. Kita pulang skolah bareng ama teman-teman yang lain, tiba2 aja hujan deras. Kita berteduh rame-rame. Di situ kita ngobrol bareng berdua. Meski cuma ngobrol tapi berkesan banget ampe sekarang. Duh… Kok jadi malah curhat ya mbak.? Maaf… Lia terlalu terbawa perasaan 😥

    • Huaaaaahhhhhh….!!!!!!
      Mas erit kacauuuuu…….!!!!!!!!!!!!
      Nez ajja baru baca tuh catatan,ya ampyuuuuunnnnnn…….!!!!!!!!
      Huuuuuhhhhh…….Dasar tuh si tuyul dyika gak blg2 ma nez,biar nez hajaaaar ampe babak belur diaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
      (bener2 kaget and lgsg mo tlp si tuyul)

  12. Halo, Nezz…
    Makasih ya udah baca tulisan di blog aku 😀

    Udah baca cerpennya. Bagus 🙂
    Tapi agak terganggu dengan penempatan dialognya. Klo bisa ga usah dicetak tebal, jadi biar ga pusing bacanya. Terus ada typo sedikit, tapi klo typo bisa diedit lagi.

    Good work! Terus menulis ya, semangat 😀

  13. Ping-balik: Sebuah Cerpen Tentang Secret Admirer #Part 2 – Dont Go From My Life | deasy Nezz in Love

Komentar ditutup.